Profile

Join date: Sep 28, 2022

About

Benteng Van der Wijck, Object Rekreasi Monumental Warisan Belanda



Di sejumlah wilayah di Indonesia masih diketemukan benteng-benteng warisan jaman penjajahan Eropa, khususnya Belanda. Benteng sebuah bangunan yang dibangun untuk kepentingan miiliter seperti pertahanan dalam peperangan. Biasanya, benteng yang masih tetap ada sampai sekarang sudah dibuat beberapa ratus sampai beberapa ribu tahun kemarin.


Selainnya tempat pertahanan, benteng berperan sebagai sisi dari taktik serangan dan dihubungkan dengan peperangan ketika berada perselisihan di antara barisan manusia. Benteng dibuat untuk menahan bahaya yang memberikan ancaman keselamatan warga dan harta benda.


Java History mengatakan bahwa salah satunya benteng yang sampai sekarang tetap berdiri kuat ialah Benteng Van der Wijck. Benteng pertahanan Hindia Belanda yang dibuat tahun 1818 ini berada di Jalan Sapta Marga, Dusun Sedayu, Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa tengah.


Bangunan monumental yang sekarang jadi tempat wisata

Masuk teritori benteng, pengunjung akan disongsong dengan kehadiran pohon palem membubung tinggi dan di kanan-kiri pintu masuk ada sepasang meriam lapangan dan sepasang tank enteng. Juga ada sebuah patung serdadu kompeni yang sedang berjaga-jaga di muka gerbang.


Benteng ini terdiri dari 2 lantai dan masih kelihatan gagah walaupun umurnya telah beberapa ratus tahun. Bangunan benteng ini berdenah sisi delapan dan tingginya sekitaran 10 mtr.. Ada empat pintu masuk yang berada di empat pelosok mata angin dan pintu intinya ada di segi barat daya.


Tidaklah aneh jika benteng ini terlihat demikian kuat, ingat dindingnya saja mempunyai ketebalan sampai 1,4 mtr.. Saat masuk lantai pertama, ada 16 ruang besar dan 27 ruang lain sama ukuran berlainan. Di lantai bawah ini, pengunjung dapat menyaksikan tempat dengan 72 buah jendela, 63 pintu, 8 tangga ke arah lantai dua, dan 2 tangga genting.


Naik ke lantai atas, di situ ada 70 pintu, 84 jendela, dan terbagi dalam 16 ruang besar, 25 ruang kecil, dan 4 tangga ke arah atap. Antiknya, atap Benteng Van der Wijck mempunyai wujud sama piramida yang dibuat dari bata merah.


Selainnya benteng, di teritori ini ada bangunan simpatisan lain seperti garasi, penjara, rumah sakit, barak prajurit, bangunan logistik perkantoran, dan kompleks pusara Belanda.


Tidak ada kelirunya melingkari beragam ruang yang berada di dalam benteng. Karena, Anda dapat mendapati deretan koleksi photo yang tampilkan keadaan benteng ini pada periode lalu saat sebelum diperbaiki. Ada juga koleksi photo beberapa pejuang dan presiden Republik Indonesia sejauh jaman.


Situasi jaman penjajahan masih demikian kental dirasa saat Anda berkunjung benteng ini. Mulai dari bangunan dari batu bata merah, beberapa pilar yang membubung, ditambah lagi pintu 1/2 bulat yang menambahkan kekhasan bangunan ini.


Faksi pengurus Benteng Van der Wijck juga lengkapi teritori ini dengan beragam sarana. Selainnya bangunan benteng tua yang terlihat eksotik, di tempat ini ada taman bermain dengan sarana kincir putar, perahu angsa, mobil-mobilan, dan kolam renang.


Salah satunya sarana yang memikat buat dicoba ialah kereta rekreasi di atas benteng. Dengan naik kereta itu, pengunjung dapat berkeliling-keliling sekalian nikmati panorama sekitaran dari sisi atas benteng. Tidak itu saja, bahkan juga di situ juga ada sebuah pemondokan yang namanya Hotel Rekreasi Benteng Van der Wijck.


Riwayat Benteng Van der Wijck

Sebelumnya, pembangunan benteng ini dibangun untuk kantor Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Gombong. Tetapi, bangunan itu selanjutnya diganti jadi benteng di tahun 1818.


Pembangunan Benteng Van der Wijck dilaksanakan pada periode pemerintah Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen. Candi Sukuh ini dibuat oleh Frans David, seorang perwira tentara Belanda yang disebut pakar mengenai bangunan benteng.


Di saat berlangsungnya Perang Jawa atau Perang Diponegoro tahun 1825-1830, pemerintahan Hindia Belanda membuat taktik yang disebutkan dengan Benteng Stelsel. Taktik ini mencakup pembangunan benteng di beberapa daerah Jawa tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur buat mempersempit ruangan gerak gerilya oleh Pangeran Diponegoro dan pasukannya.


Kantor VOC di Gombong itu juga selanjutnya dipakai sebagai basis tentara yang memberikan dukungan taktik Benteng Stelsel. Benteng dibuat oleh militer Belanda dengan mengaryakan lebih kurang 1.400 orang dari Banyumas dan Bagelen.


Sekitaran tahun 1856, benteng yang awalannya namanya Benteng Cochius ini berpindah peranan jadi sekolah militer Pupillenschool atau sekolah taruna untuk beberapa orang Eropa. Pada periode kependudukan Jepang, benteng ini masih dipakai untuk tempat training tentara sampai Indonesia merdeka. Bahkan juga sampai tahun 2000, benteng ini jadi barak atau rumah anggota TNI Angkatan Darat.

Timmothy Fleming

More actions